![]() |
| Sumber Foto : Instagram @/ tvonenews |
Pada sesi pertama debat calon presiden 2024, para panelis hanya diberi waktu empat menit untuk kesempatan berbicara tentang visi dan misi yang akan mereka lakukan. Pembagian urutan berbicara diatas panggung dibagi sesuai urutan nomor yang dimiliki calon presiden dalam pemilihan. Prabowo, mendapat kesempatan berbicara kedua, setelah Anies Baswedan.
Prabowo Subianto merupakan calon presiden Republik Indonesia nomor urut dua periode 2024-2029, dengan menggandeng calon wakil presidennya, yaitu Gibran Rakabuming Raka. Sejak 23 Oktober tahun 2019 beliau menjabat sebagai Menteri Ketahanan (Menhan) periode 2019-2024. Sedangkan Gibran saat ini menjabat sebagai Wali Kota Surakarta (Solo) sejak Februari 2021, dengan periode jabat 2021-2024.
Dilaksanakan pada 12 Desember 2023, di Jakarta Pusat, kantor KPU Republik Indonesia (RI). Debat ini adalah debat pertama, dari kelima debat calon presiden (Capres) yang akan diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), dengan Pembahasan mulai dari visi dan misi hingga program kerja dari ketiga calon presiden periode 2024-2029.
Pada empat menit awal, Prabowo mendapat kesempatan berbicara untuk berpidato dengan cara yang
santai dan juga tegas. Sikap santainya ditandai dengan gerak tubuhnya yang
sering membelakangi kamera dan menghadap ke arah penonton studio. Selain itu, Prabowo juga
tidak terlalu menggunakan gerak tangannya untuk ekspresi tambahan, hanya
menggunakan ekspresi wajah dan penekanan suara saja untuk memikat penonton dan
pendukungnya. Kalimat-kalimat yang dipilih pun menggambarkan fokus terhadap visi dan misinya bersama Gibran, tanpa mengungkit masalah
yang terjadi di Indonesia secara detail, tidak seperti Anies dan Ganjar yang
menceritakan contoh kasus dari permasalahan yang terjadi di RI sebelumnya.
Prabowo-Gibran membuka pidato dengan menjajikan akan menaruh perhatian lebih terkait aspek hukum, hak asasi manusia, perbaikan pelayanan pemerintahan, pemberantasan korupsi, dan perlindungan masyarakat. Mereka berjanji akan mengorbankan nyawa dan jiwanya untuk mencapai Indonesia sebagai negara yang terbentuk berdasarkan hukum dan kedaulatan rakyat.
Kemudian pada akhir pidato tersebut, Prabowo mengutarakan pendapatnya terhadap pernyataan yang diutarakan Anies pada kesempatan bicara pertamanya,“… kita butuh persatuan dan kesatuan, kita tidak perlu saling menghasut dan menghina demi rakyat kita yang kita cintai, … pemimpin harus tegas dan harus dewasa.”
Hal tersebut terjadi lantaran saat kesempatan bicara pertama Anies, ia menyinggung suatu peristiwa yang terjadi pada salah satu pendukung Prabowo, dengan menuturkan, “… pendukung Pak Prabowo di Pilpres (Pemilihan Presiden) yang menuntut keadilan pada saat itu, protes hasil Pemilu (Pemilihan Umum), apa yang terjadi dia tewas sampai hari ini tidak ada kejelasan.”





