Sabtu, 18 November 2023

Screening Karya Alumni Mahasiswa Universitas Budi Luhur : “Mani Padi” Desa Wisata Berbasis Edukasi Teknologi Pertanian dan Perikanan

Workshop di Universitas Budi Luhur

Jakarta – Pada 16 November 2023 lalu, Universitas Budi Luhur mengadakan workshop ‘Screening Film Fiksi X Dokumenter & Sosialisasi Tugas Akhir 2024’ dengan menghadirkan 4 pembicara.

Film dokumenter “Mani Padi” merupakan sebuah karya yang di buat oleh alumni Ilmu Komunikasi, Universitas Budi Luhur yakni Wahyu Saputra selaku produser dan Raihan Ghulam Andaru selaku sutradara.

Dari beberapa ide yang dimiliki oleh Wahyu dan Raihan, ‘Mani Padi’ menjadi ide yang terpilih untuk diangkat menjadi film dokumenter mereka.

“Karena untuk dokumenter mina padi sendiri ini belum terlalu banyak ya di sosial media, youtube, terus bisa  menjadi gambaran untuk generasi milineal yang ingin terjun di dua komunitas pertanian dan perikanan,” jawab Wahyu mengenai alasan terpilihnya ide ‘Mani Padi’.


Wahyu Saputra saat di wawancara


Dalam proses membuat film dokumenter, sudah pasti harus melakukan riset dan pendekatan terhadap narasumber dan lokasinya. Oleh karena itu, Wahyu dan Raihan pada awalnya juga melakukan riset kecil-kecilan dari web, instagram, dan youtube.

Setelah mendapat beberapa informasi yang sudah cukup dari riset keci-kecilan tersebut, Wahyu dan Raihan melanjutkan ke tahap selanjutnya yakni pendekatan pada narasumber serta riset langsung dengan mendatangi lokasinya yakni di Yogyakarta.

Berdasarkan dari pengakuan Wahyu saat ditemui di workshop Universitas Budi Luhur, Wahyu dan Raihan melakukan produksi syutingnya selama 3 bulan dengan naik motor. Dalam 3 bulan tersebut mereka berdua tidak menetap selama full di lokasi untuk meminimalisir budget, karena hal itu ia berdua beberapa kali juga pulang kerumahnya.

“untuk hasilnya sudah sesuai dengan apa yang saya rencanakan diawal, itu sudah sesuai dengan yang di video tersebut,” Pengakuan Wahyu saat di wawancara.

“puas,” Lanjut nya

Dari hal tersebut, karya yang di hasilkan sudah membuahkan hasil yang bagus bagi keduanya, karena sudah  sesuai dengan naskah yang sudah dibuat.

 

Sinopsis Mani Padi

Jogja dikenal dengan tempat wisata, kekayaan, dan keindahan alamnya yang sangat menajubkan. Salah satu desa karawang di jogja yaitu kampong ‘Mina Padi’, terletak 16 Km dari pusat kota Yogyakarta.

Kampung wisata ‘Mina Padi’, yang berada di Dusun Samberembe, Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, adalah wujud nyata dimana pengolahan lahan dengan sentuhan teknologi, mampu menghadapi wisatawan sehingga dapat memajukan keragaman desa.

Bermula dengan kesepakatan karang taruna dan tokoh masyarakat desa, terciptalah kampung ‘Mina Padi’, sebuah desa wisata berbasis edukasi teknologi pertanian dan perikanan.

Rabu, 08 November 2023

Pengalaman Mahasiswi Broadcast Journalism yang terjun di Media Online Berita untuk Magang

Narasumber : Siti (Jilbab Biru), Pewawancara : Chani (Jilbab Abu-Abu)

Magang adalah salah satu langkah awal yang paling umum bagi mahasiswa dan lulusan baru untuk memasuki dunia kerja. Aktivitas ini memberikan peluang berharga untuk memasuki dunia kerja. Aktivitas ini memberikan peluang berharga untuk menggabungkan pengetahuan teoritis dengan pengalaman praktis di lapangan. 

“Halo perkenalkan nama gua Chani Tristiana, dan saat ini gua mau mewawancarai seorang mahasiswa semester 7  yang sedang magang,” sambutan dari pewawancara.

“Nah, kalo gitu perkenalan diri dulu gitu kali ya. Boleh kenalin nama nya siapa?,” lanjut pewawancara.

“Halo nama gua Siti Uswatun, gua sekarang kuliah di Universitas Budi Luhur semester 7, dan juga lagi ngelaksanain magang,” jawab narasumber.

“Boleh diceritain sedikit atau detailnya tentang magang dimana, terus ngapain,” Tanya pewawancara.

“Magang di media online, terus kerjaan gua tu bikin artikel  terus kadang disuruh keluar buat liputan, abis itu kita nge rekap  hasil dari liputan itu, dan kirim laporan keatasan,” jawab narasumber.

“Sebelum itu kenapa si tertarik ngambil magang tersebut?,” tanya pewawancara.

“Awal mulai magang itu diajakin temen kan, terus kenapa tertarik di tempat magang tersebut karena kan nulis artikel itu kan juga bagian dari jurnalis ya, terus juga bisa buat ningkatin skill menulis juga kan, terus kita bisa langsung praktek mata kuliah juga disitu kan,” jawab narasumber.

“Secara kerja atau sistem kerja disitu gimana kalo boleh tau?,” Tanya pewawancara.

“Sebenarnya kerja nya bebas, asalkan kita sehari itu ngirim artikel,” jawab narasumber.

“Terus kita juga kadang disuruh ke kantor kan misalnya seminggu sekali atau seminggu dua kali, tergantung atasannya tersebut,” tambah narasumber.

“Magang di WanitaIndonesia.co itu udah berapa lama sih? Tantangan apa yang dihadapi selama magang disitu?,” tanya pewawancara.

“Magang disitu baru 2 bulan, terus tantangannya misal lagi ada liputan terus gua nya gak bisa kan itu merasa gak enak, itu tantangan terberat gua. Apalagi kalo liputan ketemu banyak orang jadi kaya sayang banget kalo gak bisa liputan,” jawab narasumber.

“Terus kan broadcast journalis pasti ada ilmunya, waktu awal magang diajarin atau cuman nerapin ilmu yang didapet dari kampus?” tanya pewawancara. 

“Nah saat magang di media online itu ya, itu ka Siti udah punya skill sendiri dari kampus terus diterapin langsung atau diajarin juga disana? Pas pengerjaan selama magang disana,” tanya pewawancara.

“Untuk awal mula magang si aku Cuma ngandelin skill aku yang dapet dari kampus kan, terus abis itu setelah ngirim artikel pertama tu emang ada koreksi sedikit, kaya kamu nulis nya kurang nya ini, terus foto-fotonya juga masih kurang abis itu kan kita ketemu salah satu pegawai. Beliau itu langsung ngasi penjelasan ke gua sama temen gua itu,” jawab narasumber.

“Penjelasan tentang bagaimana nulis berita yang benar, terus kalo nulis tu harus yang tulus dari hati, terus harus pinter juga ngambil angle judul berita,” lanjut narasumber.

“Tadi yang ka Siti sebut kan pernah ada koreksi ya, berarti ada ya kesalahan yang pernah dilakuin saat magang?,” Tanya pewawawancara.

“Kalo kesalahan paling dari salah ketik atau typo gitu pasti sering banget, terus ada telat ngirim juga, tapi masih bias di toleransi si,” jawab narasumber.

“Kesalahan ditempat magang tersebut ada hukuman atau konsekuensi yang gitu ga?,” tanya pewawancara.

“Untuk hukuman si ngga, cuma kalo kita sehari ga ngirim artikel tu yang berarti besoknya kita kirim double,” jawab narasumber.

“Terakhir ni, kelebihan dan kekurangan saat magang di Wanita Indomesia.co itu apa?,” pertanyaan terakhir dari pewawancara.

“Kelebihannya itu bisa dapet skill kan skill menulis, terus untuk kekurangannya si ngga ada ya,” pernyataan dari narasumber.

“Tapi waktu awal liputan tu kita masih ditemenin ya, terus pas kemudian hari kita liputan lagi tu kita langsung di lepas gitu aja, jadi kita tu kaya bingung sendiri mau ketemu  sama siapa, dan kita juga gaada kenalan sama orang-orang media lain,” tambah narasumber.

Magang adalah langkah penting dalam membangun masa depan karir. Dengan pengalaman praktis, jaringan profesional, dan wawasan mendalam tentang industri, peserta magang memiliki dasar yang kuat untuk kesuksesan di dunia kerja. Meskipun tantangan mungkin ada, manfaat yang diperoleh dari kegiatan magang seringkali jauh lebih besar.

Perbandingan Kasus antara Firli Bahuri dan Antasari Azhar yang sama-sama diragukan saat menjadi Ketua KPK!!?

Sumber : Tandaseru/com Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang sering kita dengar dengan singkatan KPK, adalah salah satu lembaga negara Indo...