![]() |
| Workshop di Universitas Budi Luhur |
Jakarta – Pada 16 November 2023 lalu, Universitas Budi Luhur mengadakan workshop ‘Screening Film Fiksi X Dokumenter & Sosialisasi Tugas Akhir 2024’ dengan menghadirkan 4 pembicara.
Film dokumenter “Mani Padi” merupakan sebuah karya yang di buat oleh alumni Ilmu Komunikasi, Universitas Budi Luhur yakni Wahyu Saputra selaku produser dan Raihan Ghulam Andaru selaku sutradara.
Dari beberapa ide yang dimiliki oleh Wahyu dan Raihan, ‘Mani Padi’ menjadi ide yang terpilih untuk diangkat menjadi film dokumenter mereka.
“Karena untuk dokumenter mina padi sendiri ini belum terlalu banyak ya di sosial media, youtube, terus bisa menjadi gambaran untuk generasi milineal yang ingin terjun di dua komunitas pertanian dan perikanan,” jawab Wahyu mengenai alasan terpilihnya ide ‘Mani Padi’.
![]() |
| Wahyu Saputra saat di wawancara |
Dalam proses membuat film dokumenter, sudah pasti harus melakukan riset dan pendekatan terhadap narasumber dan lokasinya. Oleh karena itu, Wahyu dan Raihan pada awalnya juga melakukan riset kecil-kecilan dari web, instagram, dan youtube.
Setelah mendapat beberapa informasi yang sudah cukup dari riset keci-kecilan tersebut, Wahyu dan Raihan melanjutkan ke tahap selanjutnya yakni pendekatan pada narasumber serta riset langsung dengan mendatangi lokasinya yakni di Yogyakarta.
Berdasarkan dari pengakuan Wahyu saat ditemui di workshop Universitas Budi Luhur, Wahyu dan Raihan melakukan produksi syutingnya selama 3 bulan dengan naik motor. Dalam 3 bulan tersebut mereka berdua tidak menetap selama full di lokasi untuk meminimalisir budget, karena hal itu ia berdua beberapa kali juga pulang kerumahnya.
“untuk hasilnya sudah sesuai dengan apa yang saya rencanakan diawal, itu sudah sesuai dengan yang di video tersebut,” Pengakuan Wahyu saat di wawancara.
“puas,” Lanjut nya
Dari hal tersebut, karya yang di hasilkan sudah membuahkan hasil yang bagus bagi keduanya, karena sudah sesuai dengan naskah yang sudah dibuat.
Sinopsis Mani Padi
Jogja dikenal dengan tempat wisata, kekayaan, dan keindahan alamnya yang sangat menajubkan. Salah satu desa karawang di jogja yaitu kampong ‘Mina Padi’, terletak 16 Km dari pusat kota Yogyakarta.
Kampung wisata ‘Mina Padi’, yang berada di Dusun Samberembe, Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, adalah wujud nyata dimana pengolahan lahan dengan sentuhan teknologi, mampu menghadapi wisatawan sehingga dapat memajukan keragaman desa.
Bermula dengan kesepakatan karang taruna dan tokoh masyarakat desa, terciptalah kampung ‘Mina Padi’, sebuah desa wisata berbasis edukasi teknologi pertanian dan perikanan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar